Temui Satgas Covid, GMNI Alor Bahas Mekanisme Penetapan Pasien dan Realisasi Anggaran

  • Whatsapp

GMNI Alor saat menyambangi Kantor BNPB Kabupaten Alor guna beraudiensi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor. (Foto : Gitur)

Kalabahi,LENSANUSAKENARI.NET, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Alor menyambangi kantor BNPB Kabupaten Alor guna beraudience dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kamis (25/2/2021)

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, GmnI Alor di terima Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Sony O. Alelang selaku ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor bersama 5 rekannya.

Memulai sesi Diskusi, Jamaludin Illu selaku Sekretaris DPC GmnI Alor mengenai kurangnya informasi yang di publikasikan, sehingga sampai kini belum ada informasi terbaru mengenai kasus covid 19 di Kabupaten Alor.

“Kami ingin bertanya mengenai mekanisme penginformasian covid, 19, karena sampai kini informasi mengenai perkembangan kasus covid-19 di kabupaten Alor belum dapat diakses.” Ungkap Jamaludin Illu

Jamaludin juga mempertanyakan mengenai realisasi anggaran covid-19. Pasalnya, menurut Jamaludin belum ada transparasi atas penggunaan dana tersebut

“Kami juga ingin mempertanyakan tentang relisasi anggaran penanganan covid-19 yang telah kita ketahui bersama berjumlah 15,8 Miliar rupah, namun sampai kini, kita masyarakat belum mengetahui bagaimana dana tersebut di pergunakan.” Ujar Jamal

Lebih lanjut Jamaludin menyesalkan tindakan bebeberapa ASN selaku pejabat negara di Kabupaten Alor yang beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker, menurutnya sebaga sosok yang haris di teladani malah melanggar protokol kesehatan penanganan covid-19.

“Kami juga sangat menyayangkan karena saat kasus Covid19 di Alor sudah tinggi, tapi masih ada ASN sebagai pelayan publik dan Pejabat Pemda Kabupaten Alor, yang terlihat beraktifitas tanpa masker, padahal seharusnya dalam aktivitas pekerjaan nya sebagai pelayan publik dan pejabat daerah, ASN lah yang harus memberikan teladan untuk menataati peraturan dan protokol kesehatan penanganan covid-19, sehingga harapan kami ke depan nya kantor-kantor dapat di lihat untuk di tertibkan supaya pegawai-pegawai nya juga mengikuti protokol kesehatan.” Tegas Jamaludin Illu

Jamal juga mempertanyakan mengenai mekanisme penetapan pasien covid-19, karena menurutnya banyak polemik yang terjadi saat pasien di tetapkan pasien penderita covid-19.

“Kami juga ingin mempertanyakan mengenai mekanisme penetapan pasien covid-19, karena banyak kasus yang terjadi, pasien masuk rumah sakit dan di periksa kemudian dinyatakan memiliki penyakit tertentu, kemudian di berikan perawatan sesuai dengan hasil penyakitnya dan ketika pasien meninggal, setelah beberapa hari kemudian baru lah tim satgas datang menemui keluarga pasien dan memberitahu bahwa pasien positif covid-19, pertanyaannya jika sejak awal melalui gejalanya pasien sudah di duga sebagai penderita covid-19, kenapa tidak di tetapkan sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) agar perawatannya sesuai tatacara perawatan pada pasien covid -19, kenapa setelah meninggal baru di tetapkan positif covid, apakah gejala awalnya tidak terdeteksi, atau bagaimana mekanisme penetapannya? mohon ada penjelasan terkait hal ini agar tidak menjadi polemik di masyarakat.” Imbuh Jamaludin

Menanggapi pernyataan Jamal, Sonny O Alelang selaku KetuaTIm satgas penanganan covid-19 mengungkapkan bajwa anggaran penggunaan covid 19 terbagi dalam beberapa pos

“Jadi dana nya itu tidak di tujukan untuk satu pos, tapi terbagi dalam beberapa post, jadi kalau memang perlu maka harus menghubungi pos- pos tersebut.” Ujar Sony

Selanjutnya, Sony meyakinkan bahwa kecil kemungkinan Untuk dana tersebut disalah gunakan, karena semua penggunaan dan tersebut di laporkan dan akan di periksa

“Begini, untuk dana-dana tersebut tidak mungkin ada penyalahgunaan ataupun penggelapan karena untuk semua penggunaannya itu akan di buat laporan dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan, sehingga semuanya itu akan di pertanggungjawabkan penggunaannya” ujar Sony

Selajutnya Sony menambahkan bahwa penetapan pasien covid seperti yang di ungkapkan jamaludin terjadi karena seringkali covid-19 menjadi penyakit yang berbahaya apabila ada penyakit penyerta pada penderita covid-19, sedangkan kepada pasien yang memiliki kondisi tubuh yang fit maka dapat di sembuhkan

“Jadi, covid ini tidak mematikan kalau menurut kami setelah menangani secara langsung, dia akan menjadi penyakit yang mematikan apabila dinarengi dengan penyakit penyerta atau ada penyakit bawaan maka covid-19 ini akan memperparah penyakit bawaan yang dimilikinya dan melemahkan imun.” Pungkas Sony Alelang saat beraudience dengan GMNI Cabang Alor. (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait