STUBE HEMAT Gandeng Pemuda GMIT Salem Pasi Gelar Pelatihan Pengolahan Minyak Kemiri

  • Whatsapp
Peserta Kegiatan Sedang Melakukan Kegiatan Pengolahan

KALABAHI, LENSANUSAKENARI.NET –  Kondisi bangsa Indonesia dan dunia yang sementara ini sakit karena wabah covid-19 yang mengakibatkan semua roda kehidupan hampir terhambat, khususnya di bidang ekonomi. Namun, ide dan karya yang lahir dari orang-orang hebat tidak berhenti.

Bacaan Lainnya

Salah satunya yang dilakukan oleh komunitas STUBE HEMAT Yogyakarta dan pemuda GMIT Jemaat Salem Pasi di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur dengan melakukan kegiatan pelatihan pengelolahan minyak kemiri dengan memanfaatkan potensi alam setempat yang berlangsung pada Selasa (23/03) di GMIT Salem Pasi.

Kemiri bahan dasar pembuatan minyak kemiri

Kegiatan dengan melibatkan 25 orang pemuda/I yang terdiri dari mahasiswa, pemuda dan pelajar itu disambut baik oleh Ketua Pemuda GMIT Jemaat Salem Pasi Alonso Tande, S.Pd.

“kegiatan ini sangat baik tidak saja memperkenalkan produk-produk lokal tapi bagaimana meningkatkan softskill sehingga hal ini menjadi bekal bagi kita pemuda/I khususnya Pemuda/I GMIT Saelm Pasi” ungkap alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Untrib Kalabahi itu.

Sementara Ketua Majelis Jemaat Salem Pasi Pdt. Sanci Oan, S.Th mendukung kegiatan tersebut karena sangat mendukung dengan program sinode GMIT yakni penigkatan ekonomi kreatif jemaat.

“kegiatan ini juga sinkron dengan program Sinode GMIT dalam meningkatkan ekonomi kreatif jemaat khususnya gereja” ungkapnya.

“kegiatan baik ini di tingkat Klasis Alor Timur Laut dan Puji Tuhan direspon secara positif dan akan mendukung sehingga akan dibangun sebuah rumah produksi di Jemaat Salem Pasi sekaligus menjadi tempat untuk diolahnya produk-produk lokal lainnya, tidak hanya buah kelapa, buah kemiri tetapi juga buah jambu mete, marungga/kelor dan lain-lain” tambahnya.

Pemerintah Desa dalam hal ini ketua RT 06 Roni I. Tande, menyampaikan program pemerintah dibidang ekonomi yang sekirannya dapat berkolaborasi dalam mengembangkan produk-produk lokal di Desa Air Mancur.

“Kalau rumah produksi ini su jadi, berarti kita kerjasama dengan pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun sampai ke mancanegara”, ungkapnya penuh harap.

Kegiatan itu berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak dengan harapan agar terus berlanjut dan memanfaatkan potensi lokal dimasyarakat khususnya jemaat. (usu/wl)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait