Serahkan Sertifikat dan SK Kelulusan Peserta SKPP, Alor Bawaslu Alor Ingin Gandeng Pemuda

  • Whatsapp

Penyerahan Sertifikat & SK Kepada Peserta SKKP Welem Maniyeni di Sekretariat Bawaslu Alor Selasa (24/11).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyerahkan Sertifikat dan SK (Surat Keputusan) Lulus Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Selasa (24/11/2020).
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan disekretariat Bawaslu Kabupaten Alor kepada seluruh Peserta yang hadir.
Ketua Bawaslu Alor Dominika Deran, S.Pd mengawali arahannya dengan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para peserta yang telah berpartisipasi baik secara daring ataupun tatap muka.

Bacaan Lainnya


“Saya menyampaikan terimakasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi baik dalam setiap kegiatan yang dilakukan secara daring ataupun tatap muka”. Tutur Dominika dalam arahanya.


Melanjutkan Arahannya, Dominika Selaku ketua Bawaslu Alor menguraikan bahwa kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) yang diselenggarakan, merupakan upaya Bawaslu untuk menggandeng kaum muda untuk terlibat langsung dalam kerja- kerja pengawasan di daerah masing-masing.


“Kegiatan sekolah kader pengawasan pemilu yang diselenggarakkan ini, tentu merupakan salah satu bentuk dari upaya yang dilakukan Bawaslu guna menggandeng kaum muda agar bisa terlibat aktif dalam kerja-kerja pengawasan didaerahnya masing-masing”. Ujar Dominika menyampaikan arahanya.


Dalam arahannya, Dominika juga menyampaikan harapannya agar para peserta yang telah mengikuti sekolah kader yang diselenggarakan bawaslu; kedepannya dapat menjadi corong Informasi bagi segala jenis kegiata yang berkaitan dengan Pemilu.


“Harapan kami dari Bawaslu Kabupaten Alor, agar kedepannya teman- teman dapat menjadi menjadi mata, menjadi telinga dan menjadi mulut, corong untuk menyampaikan informasi terkait regulasi, pemilu, kepengawasan sendiri serta kerja-kerja lain yang berkesinambungan dengan kepemiliuan.” Imbuh Dominika menyampaikan harapannya.


Terkait sekolah kader tersebut Kordiv PHL Orias Langmau, SE menambahkan bahwa sebenarnya dalam proses sekolah kader ada 10 orang yang terbagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama yang dilakukan secara daring dan gelombang kedua yang dilakukan secara tatap muka, namun seiring dengan proses yang terjadi, terdapat kader yang tidak melanjutkan.


“Dalam proses sebenarnya ada sepuluh, gelombang pertama (Daring) ada lima , terus gelombang kedua (tatap muka) ada lima juga. Namun yang gelombang pertama dua tidak lanjut, karena gelombang pertama prosesnya daring jadi transfer pengetahuan melalui daring disiapkan aplikasi dan lain-lain dan proses belajar sampai menghasilkan tiga teman. Kenapa harus daring karena kondisi pandemi yang terjadi didunia dan khususnya di Indonesia sehingga prosesnya seperti itu.” Ujar Orias merincikan.


Orias Langmau menambahkan, setelah proses (daring) selesai masih ada lanjutan dari Bawaslu yang dilimpahkan ke Propinsi masing-masing, maka proses itu dilakukan secara tatap muka.
“Ternyata setelah proses (daring) selesai masih ada lagi lanjutan yang dilakukan oleh Bawaslu dilimpahkan ke Propinsi masing-masing, maka proses itu dilakukan secara tatap muka,” tambahnya.


Disisi lain, Kordiv. SDM dan Organisasi Amirudin Bapang, S.Pt juga menjelaskan mengenai peran masyarakat dan tujuan kehadiran sekolah kader dalam pengawasan pemilu sangat penting dalam proses demokrasi di Indonesia.


“Bawaslu punya moto bersama rakyat kita awasi pemilu, karena Bawaslu mengingat menyadari bahwa semua proses demokrasi yang terjadi diindonesia ini tidak semuanya bisa diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum. Mestinya secara institusi memang badan yang ditunjuk untuk melakukan tugas pengawasan adalah Bawaslu. Namun, Bawaslu melihat bahwa luasnya negara dengan jumlah penduduk yang begini banyak tentu jajaran pengawas sendiri tidak mampu untuk menjalankan tugas itu. Oleh karena itu Bawaslu memikirkan sebuah langkah konkrit yang kemudian dikeluarkan yakni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Tujuannya adalah melibatkan seluruh masyarakat untuk ikut secara aktif untuk menjalankan tugas-tugas pengawasan dan juga ikut mensosialisasikan betapa pentingnya demokrasi di Indonesia ini.” Ujar Amirudin menjelaskan.


Diketahui peserta yang lulus dalam Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun ini berjumlah lima orang. Tiga peserta lulus pada gelombang pertama yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 1 – 15 Juni 2020. Sementara dua peserta lulus dan mengikuti pembelajaran secara tatap muka di Aula Hotel Aston Kupang pada tanggal, 16 – 19 November 2020.


Peserta yang mengikuti hingga selesai dan menerima Sertifikat dari Bawaslu RI dan SK Kelulusan dari Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Alor atas nama Welem Maniyeni. Sertifikat itu ditanda tangani oleh Ketua Ketua Bawaslu RI Abhan, S.H., M.H sedangkan, Surat Keputusannya ditandatangi oleh Ketua Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur Thomas M. Djawa, SH. Sementara 4 peserta lainnya telah menerima Sertifikat dan SK di Kantor Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur.


Welem Maniyeni, Peserta Sekolah kader yang menerima Sertifikat dari Bawaslu RI dan SK Kelulusan dari Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Alor menggunakan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bawaslu dan juga mengungkapkan harapanya agar kedepannya lebih banyak kaum milenial yang dapat terlibat dalam kegiatan seperti ini.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu RI, khususnya Bawaslu Alor dibawah pimpinan ibu Dominika Deran, karena telah melaksanakan kegiatan ini walaupun secara online atau daring. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan bisa menambah wawasan pengetahuan saya. Semoga kedepan lebih banyak kaum milenial Alor yang bisa mengikuti kegiatan ini” demikian kata mantan Ketua BEM PT Untrib Kalabahi 2018-2019 yang juga Wakabid Kaderidasi GMNI Alor Periode 2019-2021.


Nama-nama peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun 2020 yang diselenggarakan Bawaslu yakni Welem G. Maniyeni (Daring), Haji Abdul Syukur Suluwetang (Daring), Ismail Abdurahman Hasan (Daring), Nur Afni Abdul, dan Jislia Atalot. (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait