Prihatin Dengan Penyebaran Covid Di Alor, Magister Hukum Soroti Keseriusan Pemerintah.

  • Whatsapp
Setia Budi Laoepada,S.H.,M.H, Magister Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Soroti Keseriusan Pemerintah terkait penyebaran covid di Alor. (Foto: unggahan Akun K'Bud Laupada)

KALABAHI,LENSANUSAKENARI.NET-Kabupaten Alor menjadi salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang kini memiliki cukup banyak pasien positif covid-19. Diketahui, sampai dengan Kamis (7/1/2021) jumlah pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Alor terkonfirmasi menjadi 40 orang.

Terkait dengan peningkatan kasus covid 19 yang terjadi cukup drastis di Kabupaten Alor cukup menyita perhatian dan Empati masyarakat. Salah satu diantaranya seorang Akademisi dan pengamat hukum, Setia Budi Laoepada,S.H.,M.H yang ikut menyoroti hal tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tentunya, ketika melihat terkait dengan meningkatnya kasus covid secara signifilan di Kabupaten Alor, maka yang harus dipahami bahwa seringkali ada statement- statment yang dikeluarkan oleh oknum- oknum tertentu yang seolah- olah menggampangkan virus covid-19 ini, misalnya pada saat berbicara dalam suatu acara-acara resmi lalu kemudian mengeluarkan statement bahwa covid tidak ada di Alor atau NTT punya Obat Khusus Covid, ungkapan- ungkapan seperti itu yang disayangkan karena akan memungkinkan atau mendorong orang untuk lalai menataati Protokol kesehatan penanganan Covid-19”.Ujar Setia

Ia juga menambahkan bahwa pada awal pandemi, sebagian besar masyarakat memiliki kesadaran yang baik untuk patuh pada protap kesehatan tersebut, namun dengan adanya ungkapan-ungkapan yang seolah menggampangkan bahkan meniadakan covid-19 membuat masyarakat terlena dan akhirnya lalai, sehingga ketika secara tiba-tiba terjadi penyebaran yang masif maka membuat masyarakat hilang kepercayaan kepada pemerintah.

“Masa Awal Pandemi Covid -19, sebagian besar patuh pada protokol kesehatan yang ada, namun setelah ada statement- statement dari pemerintah, yang mungkin maksudnya untuk menguatkan masyarakat akan tetapi malah terkesan menggampangkan Covid, sehingga sebagian besar lalai dalam menjalankan Protokol kesehatan tersebut, lalu kemudian secara tiba- tiba terjadi penyebaran yang masif dengan peningkatan secara drastis, akibatnya yang terjadi yaitu hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah”. Tambahnya.

Pria yang berhasil meraih gelar magister Hukumnya disalah satu universitas ternama Indonesia tersebut kemudian mengungkapkan bahwa kini, cara yang dapat dilakukan pemerintah agar suasana dapat kembali kondusif guna penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Alor yakni dengan menunjukan keseriusan pemerintah dalam penanganannya agar dapat membangun kepercayaan masyarakat.

“Agar suasananya dapat kembali kondusif, sehingga penanganan covid-19 ini dapat berjalan dengan baik maka pemerintah harus membangun kepercayaan masyarakat dengan cara menunjukan bahwa pemerintah benar-benar serius dalam penanganan penyebaran Covid-19 dan benar-benar menghimbau secara tegas kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan menyediakan tempat cuci tangan atau handzanitiser disetiap kantor dan fasilitas umum, bisa juga dengan memastikan bahwa semua ASN telah menjalankan Protap skesehatan sebagai contoh kepada masyarakat, bahkan bisa diikuti dengan penegasan berupa sanksi- sanksi yang diberikan terhadap pelanggarannya.” Ujar Setia Budi Laoepada Menjelaskan. (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait