Pasca Puting Beliung Hantam Dua Rumah Janda, IMP2 Gelar Aksi Kemanusiaan

  • Whatsapp
Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (Foto : Wens

KALABAHI, LENSANUSAKENARI.NET – Pasca terjadinya puting beliung di Desa Delaki, Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (04/02) malam mengakibatkan rumah milik dua janda, Mariam Blegur dan Bertha Beslau tertimpa pohon tumbang seperti diberitakan radarpantar.com Jumat (05/02). Insiden ini menarik perhatian seluruh elemen masyarakat juga para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) yang sedang melanjutkan studi di kota Kalabahi.

Sekelompok mahasiswa dibawah pimpinan Wens Jeferson Dua Lau, itu melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana untuk membantu kedua janda yang rumahnya roboh tertimpah pohon lontar akibat puting beliung itu.

Bacaan Lainnya

Kepada LENSANUSAKENARI.NET Rabu (10/02) malam aktivis yang juga merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalabahi itu menerangkan bahwa aksi dilakukan dua hari hari dari tanggal, 8-9 Februari 2021 sore dengan rute lapangan mini – Kadelang dan MAN Kalabahi – Lapangan Mini.

“kami aksi hari senin dan selasa kemarin kakak, senin sore jam 15.00 kami star dari Lapangan Mini – Kadelang, dan selasa sore kami star dari MAN Kalabahi kembali ke Lapangan Mini. Total dana yang terkumpul Rp. 5.400.000,-“, terang Wens panggilan akrab pria yang linca dan gesit ketika berorasi dijalan.

Aksi galang dana Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar di Kalabahi

Wens juga menambahkan, insiden tersebut terjadi dimedan layan organisasi yang sudah terbentuk 3 tahun 4 bulan sejak tahun 27 Oktober 2017 itu, dan ini menjadi tanggungjawab moril Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) itu sehingga derita mereka adalah derita Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) juga.

“kami lakukan aksi ini karena lokasi kejadian ada di medan layan kami, memang secara kasat mata bencana ini tidak sehebat longsor di Sulawesi, ataupun letusan gunung api di Lembata, namun sebagai anak negeri ini merupakan tanggungjawab moril dalam upaya penanganan demi membantu dua nenek janda yang tertimpah musibah, karena bagi kami derita mereka adalah airmata kami”, terang Wens

Wens bersama Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) juga berharap agar terobosan yang dilakukan oleh organisasi itu menjadi fondasi awal untuk dilengkapinya kekurangan oleh pemeritah desa (Pemdes) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Harapan besar kami (Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2), terobosan yang kami lakukan menjadi fondasi awal untuk dilengkapi kekuragan oleh pemerintah desa melalui dana desa dan alokasi dana lainnya”, harap Wens dengan harapan pula organisasi kepemudaan (OKP) lainpun bisa melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.  

Wens juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu memberikan donasi untuk membantu kedua janda tersebut.

“kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu kami dalam berdonasi untuk membantu kedua janda tersebut”, tutup Wens yang juga kini menjadi ketua ke 3 pada organisasi yang aktif menyuarakan hak-hak masyarakat khusus wilayah Pantar itu.

Sebelumnya, seperti diberitakan radarpantar.com pada Sabtu (06/02) Opa Safrudin Tonu juga telah menginisiasi GERTAK10R (Gerakan Serentak 10 ribu) peduli rumah dua janda delaki tertimbun pohon itu dan sampai saat ini bantuan donasi terus bergulir.

Untuk diketahui bersama, tidak hanya rumah kedua janda tersebut yang roboh namun fasilitas pendidikan atap bangunan Gedung SD Negeri Koliabang juga dibawa terbang angin puting beliung dan sejumlah rumah milik wargapun atapnya dibawah angin puting beliung. (wm)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait