Menjelang Hari Anti Korupsi Sedunia, DPP GmnI Imanuel Mau Dollu Tegaskkan Korupsi Sebagai Tindakan Memiskinkan Rakyat.

  • Whatsapp

KalabahiLENSANUSAKENARI.NET,  Imanuel Mau Dollu, Ketua DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan pandangannya  mengenai tindak pidana korupsi terkait dengan akan diperingatinya hari anti korupsi sedunia yang akan di peringati tanggal 9 Desember mendatang. Imanuel menyampaikan keprihatinan nya kepada tindak pidana korupsi sebagai suatu perbuatan Amoral yang merusak dan merugikan sehingga harus diberantas.

“Korupsi ini sesuatu yang merusak, dan memiskinkan rakyat, mengacaukan keuangan negara, merusak mental generasi penerus bangsa, karena itu harus di berantas sampai ke akar-akarnya”.  Tegas Imanuel beropini selasa (8/12/2020).

Bacaan Lainnya

Imanuel mengungkapkan bahwa Tindak Pidana Korupsi merupakan tindakan melanggar hukum yang sudah diatur secara resmi dalam peraturan perundang – undangan di Indonesia yang terus berkembang dan mengalami perubahan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Masyarakat.

“Tindak Pidana Korupsi adalah tindak pidana sebagaimana yang tertuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”. Jelas Imanuel menguraikan.

Imanuel menyampaikan bahwa korupsi harus di berantas sejak awal dengan berbagai upaya preventif melalui pendidikan karakter sejak dini

“Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan berbagai macam upaya-upaya pencegahan, yakni pembangunan perilaku dan karya baik untuk tidak melakukan tindakan korupsi, pembangunan karakter atau yang disebut dengan revolusi mental yang harus terus di bangun dan di pupuk untuk generasi yang akan datang. Hal tersebut dapat berpengaruh untuk mengurangi korupsi yang terus merajah lelah di bumi Pertiwi. Oleh karena itu perlu ada tindakan pencegahan yang harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang agar setidaknya dapat mengurangi pelaku korupsi di bangsa ini”. Ungkap Pria yang pernah menjabat sebagai DPD GmnI Provinsi NTT.

Imanuel Mau Dollu juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja aparat hukum karena penindakan terhadap tindak pidana korupsi mengalami kemajuan yang signifikan, namun ia juga menyayangkan karena masih ada sekelompok orang yang masih memelihara stigma walaupun semakin banyak pelaku korupsi yang tertangkap namun tak mengurangi para pelaku untuk mengurungkan niatnya melakukan korupsi, padahal menurutnya makin banyak kasus korupsi yang terungkap maka makin banyak uang negara yang dikembalikan.

“Saya mengapresiasi kinerja dari pihak KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, di dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia yang cukup signifikan untuk mengurangi korupsi di Indonesia. Dulu pelaku tindak pidana korupsi jarang ada ditangkap karena penegakkan dan penindakkan hukumnya belum sebaik seperti sekarang namun sayangnya ada sekelompok orang mengatakan karena banyak yang ditangkap, Namun juga   banyak korupsi terjadi di mana mana. Padahal, justru karena bagusnya sistem penindakan korupsi melalui lembaga KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, bukannya bisa mengurangi kasus korupsi namun nyatanya semakin banyak di Indonesia. Dalam hal upaya mengembalikan kerugian  keuangan negara, baik yang ada di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita, dimana dana-dana yang sudah di korupsi itu bisa dikembalikan kepada negara”. Ujar Imanuel menambahkan

Akhirnya Imanuel menyampaikan bahwa ada yang berbeda dengan peringatan hari anti korupsi sedunia kali  ini karena karena bersamaan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak beberapa daerah di Indonesia sehingga ia berharap pemimpin yang dilahirkan dalam dua moument besar ini merupakan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab.

“Hari Anti korupsi Sedunia (Hakordia) diperingati setiap 9 Desember, Namun untuk tahun ini, dalam momen  Hari Anrtikorupsi sedunia yang juga  bersamaan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak beberapa daerah di Indonesia. Sehingga menurut saya dalam Dua momen besar di tanggal yang sama ini menjadikan 9 Desember kali ini menjadi begitu sangat spesial. Sekaligus tersemat harapan, Pemimpin yang nantinya akan terpilih melalui pilkada kali ini harus melahirkan pemimpin yang amanah dan tidak korupsi selama rakyat memberikan kepercayaan kepada mereka”. Pungkas Imanuel Mau Dollu dalam Opininya. Selasa (9/12/2020). (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait