LAUT ( Tragedi Terbakar Kapal Cantika 77 Antara Naikliu dan Alor Asap Hitam )

Cantika Express 77 Terbakar.

Laut….
Lauuut….
Aku tahu tanpamu
aku kehilangan sejuta pesona

Tapi tahukah kau
karenamu kini aku kehilangan Cinta?

Bagaimana aku menikmati pesonamu
bila dalam diam kau merenggut separuh jiwaku?

Laut….
Lauuut….
Maaf….

Bukan kail sejengkalku hendak mengukur dalammu, bukan!
Bukan sedepa tanganku hendak berenang mengukur luasmu, bukan!
Bukan gelora rindu di dadaku hendak menantang arusmu, bukan!
Bukan tangisku yang membanjir hendak menutup riak-riakmu, bukan!

Melainkan….
Tahukah kau
Kalau antara kagum padamu dan rindu pada Cintaku ada hati yang hancur, ada asa yang melemah?

Laut….
Lauuut….
Jujurlah padaku
Di mana kau sembunyikan separuh jiwaku?
Kembalikan!
Kembalikan!
Kembalikan…!

Jangan kau biarkan air mataku tumpah memaksa sepuluh jariku membeku mengais bibirmu, merobek perutmu tanpa sedikit kau membuka arah….

Laut….
Lauuut….
Aku tahu kau tak bersalah
Tapi tak mungkin aku meratap pada puing-puing kapal terbakar

Laut….
Lauuut….
Kalau lain kau hantar
Tolong aku, bawa pula Cintaku
Jangan kau pendam dalam rahimmu karna dia buah rahimku
Karna dia Cintaku

Dalam denyut atau dalam diam nadinya
Bawalah!
Aku terima….
Laut….
Lauuut…!

(InaNdjuruman@251022)

Banner IDwebhost

Pos terkait