Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara Pilkades Langkuru Utara, Francis Harapkan Ada Mediasi

  • Whatsapp
Francis Sailana, Calaon Kepala Desa nomor urut 1 yang melaporkan Dugaan Penggelembungan Suara di Pilkades Langkuru Utara (Sumber Foto : Gitur)
Francis Sailana, Calaon Kepala Desa nomor urut 1 yang melaporkan Dugaan Penggelembungan Suara di Pilkades Langkuru Utara (Sumber Foto : Gitur)

Kalabahi,LENSANUSAKENARI.NET, Francis Sailana, salah satu Calon Kepala Desa Langkuru Utara menyampaikan laporan tertulis terkait adanya penggelembungan suara dalam kegiatan Pemilihan Kepala Desa yang telah berlangsung pada Sabtu, 24 Juli 2021 lalu, kepada Bupati Alor melalui surat pengaduan yang di serahkan Senin (2/8/2021).

Dalam Pengaduannya, Francis menuliskan bahwa kronologis permasalahan berawal dari ketidakcermatan panitia pelaksana pemilihan dalam mengabsen jumlah pemilih yang datang ke TPS sehingga terjadi kesepakatan antara panitia dan para saksi Calon Kepala Desa bersepakat membuka kotak suara guna menghitung fisik surat suara yang telah dicoblos dan disaksikan langsung oleh perwakilan dari berbagai elemen penting yang hadir

Bacaan Lainnya
Surat Aduan Francis Sailana kepada Bupati

“Panitia pemilihan diduga tidak cermat dalam mengabsen jumlah pemilih yang datang ke TPS untuk melakukan pencoblosan, sehingga panitia pemilihan dan para saksi Calon Kepala Desa bersepakat membuka kotak suara guna menghitung fisik surat suara yang telah dicoblos dan disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas PMD, Pemerintah Kecamatan Pureman, Aparat Keamanan dan seluuruh masyarakat yang hadir dalam proses pemilihan saat itu”. Tulis  Francis dalam surat pengaduannya

Lebih lanjut, ia menuliskan setelah kotak suara dibuka, terhitung fisik surat suara yang dicoblos sebanyak 303 suara, namun pada saat penghitungan suarat suara, didapati jumlah suara bertambah menjadi 310 suara yang terbagi 109 suara untuk Calon Kepala Desa nomor urut satu dan sebanyak 131 suara untuk Calon Kepala Desa nomor urut dua dan suara tidak sah sebanyak 70 suara.

Francis juga mengungkapkan bahwa panitia diduga tidak cermat dalam mendesain surat suara sehingga berdampak sehingga berdampak pada banyaknya suara tidak sah atau salah coblos serta ditemui banyak surat undangan pemilihan yang berserakan ditanah

“Panitia pemilihan diduga tidak cermat dalam mendesain surat suara sehingga berdampak padanya  banyaknya surat suara tidak sah atau salah coblos dan ditemui berserakannya surat undangan pemilihan ditanah”. Tulis Francis

Francis juga mengungkapkan bahwa imbas dari terjadinya penggelembungan suara, Saksi Calon Kepala Desa nomor urut satu telah menyatakan keberatasan lisan dan keberatan tertulis terhadap segala kejanggalan dan ikut ditandatangani oleh empat orang panitia pemilihan.

“Kami tidak menerima hasil ini karena ada penggelembungan surat suara atau suara siluman sebanyak 7 (tujuh) suara dari 303 menjadi 310 serta desain surat suara yang mengecewakan” Imbuh Francis

Francis memberi keterangan kepada wartawan bahwa sejak surat aduannya disampaikan hingga kini ia belum mendapat informasi balik mengenai proses penyelesaian aduannya, oleh karena itu ia berharap dapat dilakukan mediasi dan dilibatkan dalam mediasi tersebut

“sampai saat ini belum ada panggilan atau informasi untuk saya, tapi saya berharap dapat dilakukan mediasi secepatnya dan kami yang pelapor dilibatkan dalam mediasi tersebut agar jangan hanya satu arah” Pungkas Francis Sailana (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait