Kadis Pendidikan Alor tertibkan Operator Dapodik di Lingkup Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Alor Bersama Jajarannya saat Rapat dengan Pengurus PGRI Kab. Alor

LENSANUSANKENARI.NET, KALABAHI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Ferdy I. Lahal, SH tertibkan Operator Dapodik di lingkup Dinas Pendidikan. Hal ini dilakukan berkaitan dengan hasil cut off  Dapodikpauddasmen 30 Agustus 2022 terdapat 98 satuan pendidikan yang tidak melakukan sinkronisasi data pokok pendidikan (Guru, Tendik, Peserta Didik, Sarana Prasarana dan lain-lain) yang berdampak pada kebijakan anggaran negara dan kebijakan lainnya pada satuan pendidikan tersebut sebut Ferdy Lahal dengan nada agak kesal seperti dikutip diportal berita alorpintar.com (06/12)

Menurut Lahal, penyebabnya adalah satu laptop digunakan oleh satu operator untuk menangani beberapa satuan pendidikan, sehingga data-data guru, siswa dan sarana prasarana dan lainnya menjadi tidak valid. Sehingga kedepan pengelola dapodik harus menjaga kualitas, kredibilitas, akuntabilitas dan kevalidan dalam progress pengiriman Dapodikpauddasmen yang telah terintegrasi dengan aplikasi lembaga/kementerian lainnya secara terpadu, sehingga dipandang perlu untuk ditertibkan.” ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Alor yang juga saat ini masih menjabat Plt. Asisten I Setda.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Ferdy Lahal menyatakan bahwa penertiban ini akan dilakukan sejak Kamis, 01-30 Desember 2022 dengan mereset username dan password Aplikasi Dapodikpauddasmen jenjang TK/PAUD, PKBM SD dan SMP lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Oleh sebab itu, sejak dikeluarkan pemberitahuan ini disampaikan, maka Kepala-kepala Sekolah dan Operator-operator Sekolah segera mengambil akun baru pada admin KK-Datadik Kab. Alor saudara Marthen Kago pada jam kerja untuk mengaktivasi Aplikasi Dapodikpauddasmen dengan menyerahkan dan menunjukan Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang pengangkatan Operator Aplikasi Dapodikpauddasmen, Pakta Integritas antara kepala sekolah dan operator sekolah tentang menjaga keutuhan kualitas data pokok pendidikan pada masing-masing satuan pendidikan; Membawa laptop dengan menunjukan kepemilikan pada satuan pendidikan tersebut.

Ditambahkannya, bahwa penertiban ini lakukan agar kepala-kepala sekolah berhenti lapor operator atau sebaliknya mengenai data pokok pendidikan ini, tandasnya.

Menanggapi kebijakan tersebut para operator dan beberapa guru menyambut baik atas kebijakan ini. Seperti pantauan pada WhatssApp Grup (WAG) Alor Pintar 1 sejumlah diskusi lepas menghiasi grup dengan anggota 1.018 orang tersebut Senin, (05/12) malam. Ada yang berpendapat segera dibuatkan SK dari Kepala Dinas atau Bupati pasalnya tugas dan wewenang serta kesejahteraan operator juga sangatlah penting. Adapula yang berpendapat soal biaya operasional kembali pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masing-masing sekolah. Banyak hal baik telah didiskusikan, dan semoga ada forum Operator Dapodik Kab. Alor yang segerah dibentuk untuk membahas lanjut akan hal ini. Juga diusulkan untuk adanya Bimbingan Teknis (Bimtek) rutin tiap bulan. Salam Satu Data (ALORPINTAR.COM/BUWILL)

Banner IDwebhost

Pos terkait