Gereja Menata Diri Menatap Masa Depan

  • Whatsapp

Renungan Kristen versi GMIT Ibadah Minggu, 19 April 2020

Kita sering mendengar ungkapan yang mengatakan : apa yang kita kerjakan hari ini, memiliki dampak bagi masa depan kita. Ungkapan ini juga dapat menjadi maksud dan firman Tuhan pagi ini. Memberitakan tentang keadaan manusia dimasa depan atau akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Firman ini disampaikan dengan maksud agar gereja dapat menata dirinya sesuai kehendak Allah. Perlu kita ketahui bahwa berbicara tentang Gereja berarti berbicara tentang manusia dan hubungannya dengan sesame juga hubungannya dengan Tuhan.

Pertanyaan untuk kita semua, apa yang harus kita lakukan sebagai gereja untuk mewujudkan masa depan yang bahagia?

Ayat 37-44 mengajak kita untuk Berjaga-jaga, yang mengandung arti siap sediah.

Keselamatan yang adalah anugerah Allah, harus dijaga dan dipertahankan dengan cara berjaga-jaga. Didalamnya Yesus mengingatkan kita bahwa kalau tidak berjaga-jaga dalam menyambut Kedatangan Yesus, maka manusia akan mengalami bahaya seperti zaman Nuh. Waktu itu, mereka hanya menikmati kesenangan dunia, yaitu: makan, minum, kawin dan mengawinkan (ayat 38-39), tiba-tiba air bah yang dasyat melanda bumi dan dalam sekejab mereka binasa. Berajaga-jaga berarti jangan menjadi lengah terhadap keadaan dunia sekarang dan jangan hanya focus pada kepentingan diri dan kebutuhan jasmaniah saja, tetapi juga beribadah dan berbagi

Hal yang harus kita lakukan setelah berjaga-jaga adalah : Setia (ayat 45-51)

Pada bagian ini, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kesetiaan itu bukan diukur pada banyaknya pekerjaan yang dapat kita selesaikan, tetapi yang terpenting adalah : apakah yang kita kerjakan itu sesuai dengan kehendak dan aturan Tuhan atau tidak? Dan terhadap hal ini, Yesus umpakan seperti hamba yang setia dan hamba yang jahat dengan apa yang mereka peroleh dari Tuhan. Siapakah hamba yang setia itu menurut Yesus? Yaitu : Hamba yang berusaha hidup suci (artinya :membuang dosa), yang selalu berdoa, melayani Tuhan, makin rajin beribadah dan saling menasihati (ayat 46) dan hamba yang sabar menderita

Jika kita setia, maka yang kita dapatkan dari Tuhan adalah : Mendapat makan pada waktuNya (ayat 45), hidup dalam sucakita dan berbahagia (ayat 46) layak menjadi orang yang paling penting bagi Tuhan dan tempatnya ada di sorga (ayat 47). Llau, siapakah hamba yang jahat menurut Tuhan Yesus? Yaitu : yang meragukan dan mengabaikan waktu kedatangan Tuhan Tuhan, mereka meragukan kuasa dan janji Tuhan (terhadapt mereka ini, Yesus samakan dengan orang munafik), orang-orang yang suka berkelahi dan memukul orang sembarang, makan dan minum dengan pemabuk dan suka mabuk-mabukan (ayat 49). Dan akibat dari hamba yang jahat adalah : Mereka akan dibunuh dan dimasukan ke dalam tempat Ratapan dan Kertakan Gigi atau Neraka (ayat 51).

Mengadapi pandemic virus corona, wabah demam berdarah, virus babi dan penyakit lainnya, mampuhkan kita tetap berjaga-jaga dan setia dengan anjuran Tuhan Yesus ini? Sebenarnya, hal yang dituntut dari kita hari ini sederhana saja, yaitu : Berubah, Bertobat dan Ikut Kehendak  serta aturan Tuhan Yesus. Pandemic Covid-19, tidak saja menuntut kita untuk menjaga jarak sebagai upaya sadar memlihara kehidupan, tetapi juga kesempatan bagi kita untuk belajar memelihara hidup yang benar, sambil menjaga jarak dengan nafsu dunia untuk bisa setia sampai mati. Ingatlah, bahwa tidak semua hal harus dijaga. Cukuplah diri untuk menjaga apa yang harus dijaga, yaitu Hidup yang berkenan kepadaNya. Akhirnya : Marilah kita menjaga hidup yang sehat baik Rohani maupun jasmani demi terciptanya kehidupan bersama yang damai. Tetaplah Berdoa, Badai Pasti Belalu. AMIN.

Sumber : Liturgi GMIT Fanating, Edisi Minggu, 19 April 2020 Ibadah di Rumah.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait