Diinjak Saat Demonstrasi, GEMPPA Polisikan Oknum Satpol PP.

  • Whatsapp

Korban, Otniel Maukari (Kiri) bersama Kordinator Umum GEMPPA, Yoas Famai (Kanan) usai membuat laporan polisi di Mapolres Alor, Sabtu (12/6/2021). (foto : Gitur)

Kalabahi, LENSANUSAKENARI.NET, Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor (GEMPPA) menyambangi Polres Alor Sabtu (12/06/2021).

Bacaan Lainnya

Kehadiran GEMMPA di Polres Alor bertujuan Melaporkan Oknum Satuan Polisi Pamong Praja yang diduga melakukan penganiayaan yakni menginjak salah seorang aktivis GEMPPA saat demonstran sedang melakukan aksi pembatalan relokasi pedagang dari pasar Kadelang ke Pasar Lipa Kalabahi pada Kamis, (10/06/2021).

Menyikapi tindakan Oknum Satpol PP tersebut, korban atas nama Otniel Maukari bersama Koordinator umum Aliansi GEMPPA, Yoas Famai dan sejumlah pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung di dalamnya melaporkan masalah tersebut ke Kepolisian Resort (Polres) Alor

“Tadi bersama para ketua OKP dan kordum kami sudah laporkan masalah kemaren ke polisi dan kami akan ikuti hal ini sampai diusut tuntas”, ujar Otniel.

Korban menyatakan pihak yang dilaporkan adalah oknum Satpol PP yang diduga menginjak kaki korban, dengan nomor surat tanda penerimaan laporan STPL/121/VI/2021/NTT/POLRES ALOR. Sedangkan terhadap dua anggota kepolisian yang menyeret korban akan dilakukan tindak lanjut setelah melakukan pertemuan dengan Kapolres pada Selasa (15/06/2021) mendatang.

“Yang tadi kita lapor itu oknum Pol PP, sedangkan untuk dua orang anggota polisi itu nanti kita tindak lanjut setelah bertemu Kapolres hari selasa”, jelas Otniel.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator umum GEMPPA dan para Pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung di dalamnya juga mengklarifikasi pernyataan Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas yang dimuat KOMPAS.com pada Jum’ad (11/06/2021).

Dilansir dari KOMPAS.Com Christmas membantah anggotanya menginjak mahasiswa yang diduga menjadi provokator. Anggotanya hanya memisahkan parah provokator agar demonstrasi tetap berjalan tenang.

“Kami tidak menginjak (mahasiswa) orang tersebut kami pisahkan dari kelompoknya untuk diamankan supaya tidak memengaruhi yang lain supaya penyampaian aspirasi bisa lebih terkendali”, Ungkap Kapolres Alor. (Dikutip dari KOMPAS.Com)

Menanggapi pernyataan Kapolres Alor tersebut, Yoas selaku koordinator umum aliansi membantah dan menyatakan bahwa penjelasan Kapolres Alor tidak sesuai dengan kronologis kejadian di lapangan karena anggota polisi dan Pol PP sempat melakukan pengeroyokan.

“Saya punya teman itu,dia dianiaya, dikeroyok oleh anggota polisi dan Pol PP. Jadi kalo ada pernyataan di media bilang tidak ada tindakan kekerasan berarti itu pernyataan tidak benar”, ungkap Yoas

Yoas juga menambahkan bahwa menurutnya tindakan aparat kepolisian di lapangan benar-benar bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) kepolisian dalam penanganan demonstrasi.

“Pada saat itu demostran diseret oleh anggota kepolisian hingga terjatuh dan diinjak oleh oknum anggota Pol PP kabupaten Alor”, ujarnya.

Lebih lanjut, Yoas mengaku menyesalkan peristiwa tersebut karena menurutnya hal tersebut merupakan bentuk bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian dan Pol PP kepada massa aksi yang berdampak pada keberanian para Aktivis di Kabupaten Alor untuk menyuarakan kebenaran dan sekaligus menunjukan potret lemahnya penerapan dan perlindungan nilai demokrasi di Kabupaten Alor.

Sampai berita ini ditayangkan, Kapolres Alor yang dimintai konfirmasi via media belum menggunakan hak jawabnya. (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait