Bupati Dukung GMNI Alor Adukan Dugaan Peyalahgunaan Dana Covid-19

  • Whatsapp

Bupati Alor Amon Djobo menerima masa aksi GMNI Cabang Alor di Halaman Kantor Bupati Senin (5/3/2021) Foto: Gitur


Kalabahi LENSANUSAKENARI.NET, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Alor melakukan Aksi Demonstrasi mempertanyakan ketidaktransparanan penggunaan Dana Covid-19 di Kabupaten Alor Senin (15/3/2021)

Bacaan Lainnya

GMNI Cabang Alor memulai aksi demonstrasinnya dari lapangan mini kalabahi yang sekaligus menjadi titik kumpul masa aksi. Selanjutnya, GMNI juga mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kalabahi, Kantor Bupati Alor dan Gedung DPRD Kabupaten Alor.

Saat tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Kalabahi, selain melakukan orasi menyampaikan aspirasinya, GMNI Cabang Alor juga menyerahkan Dokumen Laporan Pengaduan mengenai Dugaan Penyalahgunaan Dana Covid-19 di Kabupaten Alor. Dokumen tersebut kemudian di terima oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kalabahi, De Indra.

Selanjutnya, pada perjalanan menuju Kantor Bupati Kabupaten Alor, Masa Aksi sempat di guyur hujan, namun masa aksi memutuskan untuk tidak berteduh dan tetap melanjutkan aksi demonstrasi menuju Kantor Bupati Alor.

Berbeda dengan Aksi Demonstrasi lainnya, dimana masa aksi biasanya hanya dapat menemui asisten atau wakil bupati sebagai perwakilan Bupati Alor, pada Aksi kali ini GMNI Cabang Alor di terima langsung oleh Bupati Alor DRS. Amon Djobo di depan Kantor Bupati Alor.

Aktivis GMNI Cabang Alor , Louwen Kafolamau berorasi di Halaman kantor Bupati Alor

Pada saat berdialog dengan masa aksi, Bupati Alor Amon Djobo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada GMNI Cabang Alor karena peduli dan melakukan pengawalan terhadap penggunaan dana covid-19 yang dinilainya sebagai urusan kemanusiaan

“Saya berterimakasih kepada teman – teman yang melakukan pengawalan seperti ini, teman – teman tahu bahwa saya mendukung dan berada di pihak teman – teman,” Tutur Amon Djobo

Kepada Masa Aksi, Amon Djobo juga menjelaskan mengenai mekanisme refokusi anggaran covid-19 yang merupakan instruksi pemerintah pusat untuk dilakukan di Daerah – Daerah

“Memang Dana ini cukup besar karena dari pusat sudah menginstruksikan bahwa untuk alokasi anggaran, dana untuk penaanganan covid 19 harus paling besar,” Jelas Amon

Amon menambahkan bahwa untuk anggaran penanganan covid-19 tahun 2021 di alokasikan sebanyak Delapan persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Alor.

“jadi tahun kemarin itu 15,8 Milyar Dana Covid dan untuk tahun ini harus di refokusi lagi delapan persen dari Dana Alokasi umum yang bernilai 584 Milyar,” Ungkap Amon Djobo.

Bupati Alor, Amon Djobo juga menjelaskan bahwa secara teknis penggunaan dana covid-19 dilakukan oleh 2 lembaga yakni Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Kalabahi, sehingga apabila ada bukti yang menunjukan bahwa ada upaya – upaya penyelewengan dana covid-19, maka ia juga akan mendorong agar segera di proses, karena ia mengatakan bahwa dirinya juga menginginkan adanya transparansi seperti yang diharapkan GMNI Cabang Alor.

“Secara teknis pengelolaan Dana covid-19 ada di dua lembaga, Dinas kesehatan dan rumah sakit umum, sehingga kalau ada bukti atau dokumen yang membuktikan misalnya mereka beli masker Rp. 150.000 satu dos tapi sebenarnya mereka beli Rp. 75.000, itu saya sendiri yang suruh jaksa tangkap, karena seperti teman – teman, di era terbuka ini saya ingin ada transparansi.” Pungkas Amon Djobo (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait