Bitcoin-Ethereum Loyo, Kripto Ini Malah Melesat 48% Sepekan!

Foto: Ilustrasi/ Cryptocurrency

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah kripto utama bergerak beragam sepanjang hari ini, Minggu (6/3/2022). Bitcoin (BTC), kripto terjumbo, sebenarnya sempat reli di tengah pekan, tetapi kembali lesu di akhir minggu.

Menurut data Coinmarketcap, per pukul 16.13 WIB, harga Bitcoin kembali ke bawah US$ 40.000, tepatnya US$ 39.179,08, naik 0,36% dalam 24 jam terakhir dan naik tipis 0,82% selama sepekan.

Bacaan Lainnya

Sebenarnya, kripto tertua tersebut sempat melonjak ke US$ 45.077 pada Selasa (2/3/2022), alias melesat 20,20% dibandingkan posisi Senin (1/3/2022). Namun, reli tersebut tidak bertahan lama lantaran semenjak Selasa hingga hari ini harga BTC kembali menurun bukit.

Ethereum (ETH) juga lesu sepekan ini setelah sempat naik ke US$ 3.028 pada Senin. Hari ini, ETH turun 0,39% dan minus 4,02% dalam sepekan ke posisi US$ 2.634,51.

Di antara kripto jumbo lainnya, token Terra (LUNA) menjadi yang paling tokcer sepekan, yakni 10,60%. Namun, hari ini LUNA mulai mengalami aksi ambil untung hingga minus 1,08% ke US$ 87,80.

Sementara, dari 100 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar, token Waves (WAVES) menjadi top gainers dengan kenaikan 48,50% selama sepekan. Sementara, token Secret (SCRT) ambles 12,79%, menjadi top losers sepekan.

Sepanjang minggu, sentimen utama didominasi oleh perang Rusia di Ukraina, dan kripto terjumbo Bitcoin mengalami efek samping dari konflik tersebut.

“Sentimen risiko tetap rapuh dan sangat dipengaruhi oleh berita utama Rusia-Ukraina. Selain itu, kabar dari bank sentral Amerika Serikat yang tampaknya berkomitmen untuk menaikkan suku bunga juga memperberat sentimen pasar,” kata Tapas Strickland, ekonom di National Australia Bank, dilansir dari CNBC International.

Meski kembali dalam tren lesu, beberapa analis tetap optimis kripto akan membentuk tren bullish karena permintaan jangka panjang yang berkelanjutan, terutama di Bitcoin.

Sebagian besar investor menjadi pemegang jangka panjang, yang bermanfaat untuk apresiasi harga karena jelas bahwa lebih banyak investor mencari harga yang lebih tinggi untuk dijual,” kata Marcus Sotiriou, analis di broker aset digital GlobalBlock dikutip dari CoinDesk.

“Adopsi kripto secara global terus melonjak dan sejalan dengan analisis kami bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase akumulasi,” tambah Sotiriou.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Banner IDwebhost

Pos terkait