Bawaslu Alor Serahkan Sertifikat dan SK Kelulusan Peserta SKPP Alor

  • Whatsapp



Kalabahi, LENSANUSAKENARI.NET, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur hari ini Selasa (24/11) di Sekretariat Bawaslu Alor menyerahkan Sertifikat dan SK (Surat Keputusan) Lulus Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP).

Ketua Bawaslu Alor Dominika Deran, S.Pd dalam arahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi peserta baik secara daring maupun tatap muka.

“trima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan dari Bawaslu Alor atas partisipasi teman-teman baik dikegiatan daring maupun tatap muka langsung,” tutur Dominika Deran.

Bacaan Lainnya

Baca juga : GMNI Alor Bersama Pemdes Oamate Tanam Air di DAS

Dominika dalam arahan juga menyampaikan bahwa kegiatan sekolah kader merupakan upaya Bawaslu untuk menggandeng kaum muda untuk terlibat langsung dalam kerja kerja pengawasan di daerah masing-masing

“Kegiatan sekolah kader pengawasan pemilu ini tentu merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk bagaimana menggandeng kaum muda untuk di daerah masiing-masing untuk bisa terlibat aktif dalam kerja-kerja pengawasan didaerah masing-masing,” tambahnya.

Dominika juga berharap kedepan peserta juga menjadi mata menjadi telinga dan menjadi mulut corong untuk menyampaikan informasi terkait pemilu.

“Harapan kami dari Bawaslu Kabupaten Alor tentu teman-teman ini kedepan menjadi menjadi mata menjadi telinga dan menjadi mulut corong untuk menyampaikan informasi terkait regulasi, pemilu, kepengawasan sendiri baik itu kerja-kerja lain yang bersimbungan dengan kepemiliuan, ” harapnya.

Baca juga : DPP GMNI Buka PPAB GMNI Alor

Kordiv PHL Orias Langmau, SE menambahkan dalam proses sekolah kader sebenarnya ada sepuluh orang. Namun dalam proses ada yang tidak lanjut.

“Dalam proses sebenarnya ada sepuluh, gelombang pertama (Daring) ada lima juga, terus gelombang kedua (tatap muka) ada lima juga. Namun yang gelombang pertama dua tidak lanjut, karena gelombang pertama prosesnya daring jadi transfer pengetahuan melalui daring disiapkan aplikasi dan lain-lain dan proses belajar sampai menghasilkan tiga teman. Kenapa harus daring karena kondisi pandemi yang terjadi didunia dan khsus di Indonesia sehingga prosesnya seperti itu,” tambahnya.

Ditambahkan Orias Langmau setelah proses (daring) selesai masih ada lanjutan dari Bawaslu yang dilimpahkan ke Propinsi masing-masing, maka proses itu dilakukan secara tatap muka.

“ternyata setelah proses (daring) selesai masih ada lagi lanjutan yang dilakukan oleh Bawaslu dilimpahkan ke Propinsi masing-masing, maka proses itu dilakukan secara tatap muka,” tambahnya.

Sementara Kordiv. SDM dan Organisasi Amirudin Bapang, S.Pt menambahkan tentang peran masyarakat dan tujuan kehadiran sekolah kader dalam pengawasan pemilu sangat penting dalam proses demokrasi di Indonesia.

“Bawaslu punya moto bersama rakyat kita awasi pemilu, karena Bawaslu mengingat menyadari bahwa semua proses demokrasi yang terjadi diindonesia ini tidak semuanya bisa diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum. Mestinya secara institusi memang badan yang ditunjuk untuk melakukan tugas pengawasan adalah Bawaslu. Namun, Bawaslu melihat bahwa luasnya negara dengan jumlah penduduk yang begini banyak tentu jajaran pengawas sendiri tidak mampu untuk menjalankan tugas itu. Oleh karena itu Bawaslu memikirkan sebuah langkah konkrit yang kemudian dikelurkan yakni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Tujuannya adalah melibatkan seluruh masyarakat untuk ikut secara aktif untuk menjalankan tugas-tugas pengawasan dan juga ikut mensosialisasikan betapa pentingnya demokrasi di Indonesia ini, tambahnya

Diketahaui peserta yang lulus dalam Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun ini berjumlah lima orang. Tiga peserta lulus pada gelombang pertama yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 1 – 15 Juni 2020. Sementara dua peserta lulus dan mengikuti pembelajaran secara tatap muka di Aula Hotel Aston Kupang pada tanggal, 16 – 19 Nopember 2020.

Peserta yang menerima Sertifikat dari Bawaslu RI dan SK Kelulusan dari Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Alor atas nama Welem Maniyeni. Sertifikat itu ditanda tangani oleh Ketua Bawaslu RI Abhan, S.H., M.H sedangkan Surat Keputusan itu ditandatangi oleh Ketua Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur Thomas M. Djawa, SH. Sementara Lima peserta telah menerima Sertifikat dan SK di Kantor Bawaslu Propinsi Nusa Tenggara Timur

Peserta SKKP Welem Maniyeni dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan berharap kedepan lebih banyak kaum milenial terlibat dalam kegiatan ini.

“saya ucapkan terima kasih kepada Bawaslu RI khususnya Bawaslu Alor dibawah pimpinan ibu Dominika Deran karena telah melaksanakan kegiatan ini walaupun secara online atau daring. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan bisa menambah wawasan pengetahuan saya. Semoga kedepan lebih banyak kaum milenial Alor yang bisa mengikuti kegiatan ini” demikian kata mantan Ketua BEM PT Untrib Kalabahi 2018-2019 yang juga Wakabid Kaderidasi GMNI Alor Periode 2019-2021

Berikut nama-nama peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun 2020 Welem G. Maniyeni (Daring), Haji Abdul Syukur Suluwetang (Daring), Ismail Abdurahman Hasan (Daring), Nur Afni Abdul, dan Jislia Atalot. (Tim)


PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait