Aktivis GMNI Alor minta BRI Kalabahi Perbaiki Mesin ATM di SPBU Karkameng

  • Whatsapp
Welem Maniyeni bersama Sektretaris GMNI Alor

Kalabahi, LENSANUSAKENARI.NET – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Alor Welem Maniyeni meminta pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kalabahi agar segerah memperbaiki Automatic Teller Machine (ATM) yang berlokasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karkameng.

Welem yang saat ini menjabat sebagai Wakabid Kaderisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Alor periode 2019-2021 itu mengaku kesal karena transaksi dimesin tersebut macet pada saat melakukan transaksi penarikan demi kebutuhan yang mendesak pada ATM tersebut Senin (8/3).

Bacaan Lainnya

Kronologi Kejadian

Pagi sekitar pukul 7.50 nasabah tersebut melakukan transaksi di ATM kompleks SPBU Karkameng. Proses masukan awal berjalan lancar, namun endingnya tidak berjalan lancar atau eror.

“Pagi sekitar pukul 7.50 Welem melakukan transaksi di ATM yang berlokasi di SPBU Karkameng. Setelah melakukan penginputan PIN semua berjalan lancar, sampai pada tahap untuk uang keluar, uangpun tidak keluar. Namun, struk atau bukti transaksi keluar dan saldo terpotong. Saya transaksi penarikan dengan nominal Rp. 1.100.000,- (Satu juta seratus ribu), kisahnya.

Ditambahkn, Ia pun langsung menyampaikan informasi ke Pak Deny Lalitan via Whatsapp karena satu lokasi dengan SPBU.

“Saya langsung WA dengan om Deny Lalitan. Saya bilang Pg om..atm d karkameng error ko.
Sa tarik uang 1.100.000 tp tdk kluar. Lalu om Deny balas Pagi juga Om, Coba lgs pengaduan ke BRI karena ATM ini BRI yg kelola sendiri, Kami hy kasi tempat, tambah om Deny,” demikian terang mantan Ketua BEM Untrib itu sambil menirukan percakapan dengan pengusaha SPBU tersebut.

Akhirnya Iapun menghubungi Pemred wartaalor.com untuk meminta nomor Kepala BRI Kalabahi untuk menyampaikan keluhan tersebut. Namun nomor tersebut tidak dipegang oleh Pemred wartaalor.com. Tetapi diberikan salah satu nomor pegawai. Namun tidak ada solusi.

“Saya telpon om Joka minta kepala BRI punya nomor untuk sampaikan keluhan, tetapi tidak ada jadi om Joka kasih pegawai punya. Lalu saya kontak na diarahkan ke CS, tambahnya.

Lalu Iapun ke Kantor BRI Cabang Kalabahi untuk menyampaikan keluhannya. Sesampai disana Ia diberikan form pengajuan. Akan tetapi buku tabungan milik ibunya. Sehingga Iapun kembali ke Fanating untuk mengisi form dan meminta tanda tangan ibunya.

“Saat itu ju sa langsung posting di facebook baru sa ke kantor cabang. Pergi dong kasih form pengaduan jadi saya bawah kembali ke rumah karena buku milik mama untuk isi nomor rekening dan tanda tangan, terangnya didampingi Sekretaris GMNI Cabang Alor Jamaludin Ilu.

Meskipun berjarak yang jauh dari kota, Ia pun tetap semangat karena kebutuhan yang sangat mendesak itu. Akhirnya pada saat itu juga iapun kembali ke Kantor Cabang. Namun, tidak berhasil karena sesuai prosedur tunggu 20 hari.

“Mendesak jadi saya kembali ke kantor dengan harapan bisa selesai dan bisa ambil uang. Eh tapi malah tidak berhasil karena bilang sesuai prosedur tunggu 20 hari, atau bisa telpon call center pusat “kata Welem sambil menirukan percakapan dengan security di BRI Cabang dengan nada kesal

Segerah Perbaiki Mesin ATM di SPBU Karkameng

Iapun sedikit kesal karena perjuangannya tidak membuahkan hasil. Pada saat dikantor BRI Ia pun memberikan masukan kepada securiti untuk disampaikan ke Kepala agar bisa memperbaiki mesin tersebut.

“Ya kesallah, ada kebutuhan yang hari ini harus saya penuhi, akan tetapi macet beginikan kecewa. Tadi juga saya sudah berikan masukan di security agar tolong diperbaiki mesinnya. Pas di bank ada informasi ada nasabah yang sempat komplain juga,” ungkapnya ketika ditemui di Sekretariat DPC GMNI Alor.

Ia pun berharap masukannya dapat ditindak lanjuti oleh pihak bank karena kebutuhan nasabah dan pelayanan itu penting sekali. Sambil memberi apresiasi karena ketersedian ATM milik BRI menolong sekali apalagi dimasa pandemik covid-19.

“Saya harap pihak BRI bisa tindak lanjuti. Saya apresiasi BRI karena punya mesin ATM dimana-mana, ini menolong kita apalagi pandemi covid-19 begini, harapnya

“Pas sa keluar cek wa na om Deny chat teruskan postingan saya di facebook dan kata pihak bank akan ditindak lanjuti jadi kita lihat saja. Form pengajuan juga saya sudah masukan jadi saya menunggu informasi saja,” tambahnya.

Ia pun berharap dalam waktu dekat diperbaiki agar kejadian ini tidak terulang lagi.

“Untung kejadian ini saya yang alami, kalau basodara dari kampung yang alami lalu tidak paham dan biarkan. Ya rugilah, belum lagi yang tidak punya kendaraan harus bayar ongkos ke bank sana sini untuk konsultasi. Belum kalau misal ada uang yang harus diambil beli beras baru beginikan gawat, jadi saya minta segera diperbaiki sehingga tidak terulang lagi.” tutupnya. (Tim)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait