Aktivis GMNI Alor Kutuk Dugaan Pencurian Logistik di Posko

  • Whatsapp

Lembata, LENSANUSAKENARINET, Masyarakat Kabupaten Lembata tengah di rundung duka karena tengah menghadapi bencana Erupsi Gunung Ile Lewotok disertai ledakan minggu (29/11) dan telah kembali berulang mengalami erupsi  Minggu (13/12/2020). Akibat dari bencana yang terjadi masyarakat kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur yang terkena dampak erupsi dan ancaman potensi lahar di ungsikan ke posko utama dan beberapa posko penyanggah yang telah disediakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Selain kedua posko tersebut beberapa rumah warga juga digunakan sebagai tempat penampungan masyarakat korban bencana.

Saat tengah berjuang bangkit kembali ditengah bencana yang menimpa, kabar tak sedap justru merebak di tengah masyarakat kabupaten Lembata khususnya masyarakat yang menjadi krban bencana. Isu tersebut begitu memilukan lantaran beredar kabar  terjadinya dugaan pencurian logistik yang terjadi di posko utama. Kabar tersebut bermula dari seorang warga lembata berinisial E yang berada ditempat kejadian pada saat peristiwa tersebut menceritakan garis besar peristiwa yang diduga pencurian logistik tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pada hari selasa (07/12/2020) malam, saya melihat Tiga karung 50 Kg yang berisi barang dibak mobil Pick Up warna hitam yang sedang terparkir di belakang pintu keluar posko utama, kemudian saya langsung bertanya kepada supir mobil tersebut, mau dihantar kemana muatan tersebut? awalnya pertanyaan saya tak dijawab dan berulang kali saya mendesaknya dengan pertanyaan tersebut, tetap tidak ada jawaban yang saya dapat, selain itu saya juga mellihat disekitaran mobil ada salah seorang pegawai negeri sipil yang saya kenal berinisial (DL)”. Ungkap Narasumber yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

Sementara itu mengutip dari Jurnalpolisi.id, bahwa kepada PNS berinisial (DL), yang disebutkan dalam keterangan yang disampaikan oleh E telah dilakukan konfirmasi dan DL menjelaskan bahwa benar pada malam itu dilakukan pengantaran logistik bagi kebutuhan warga pengungsi.

“Benar, pada malam itu selasa (17/12), saya berdasarkan permintaan kebutuhan logistik bagi warga pengungsi yang saat itu maasih berada di rumah keluarga, yang terdata di RT 17 (Tobias Pitang) pada kelurahan Seleandoro untuk penamabahn logistik berupa jagung bulir sebanyak lima karung, bukan tiga karung dan pendropingan logistik tersebut dihantar menggunakan Mobil Pick Up berwarna hitam milik saudara Rus (nama panggilan) yang merupakan seorang ASN yang bekerja di Dinas BNPB Kabupaten Lembata”. Ujar DL yang kini merupakan Staf Pelakasana Dinas Kebudayaan dan pariwisita kabupaten Lembata sembari menunjukan Bukti tanda terima pengantaran logistik tersebut.

Saat disinggung terkait dengan waktu pengantaran logistik yang dilakukan yakni pada malam hari, DL menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan karena kondisi cuaca yang tak bersahabat pada siang hari yaitu terjadi hujan disertai  petir yang bergemuruh sampai malam dan menurutnya tindakan pendropingan tersebut dilakukan pada malam hari semata – mata guna memenuhi kebutuhan warga pengungsi.

Melianus Letamau, Aktivis GMNI Alor yang telah seminggu berada dilembata guna pembagian bantuan logistik kepada masyarakat korban bencana erupsi gunung berapi Ile lewolotok  menyatakan sikapnya terhadap kabar tersebut. Melianus mengungkapkan kabar tersebut harus dicaritahu dan digali kebenarannya. Melianus juga mengungkapkan jika hal tersebut benar terjadi maka sungguh memilukan dan terhadap pelaku harus di proses sesuai peraturan yang berlaku. Ia juga mengutuk keras tindakan pelaku jika benar melakukan hal tersebut karena menurutnya perbuatan tersebut merupakan kejahatan. 

“Kabar mengenai pencurian logistik di posko utama tersebut harus dicaritahu dan benar – benar di gali kebenarannya, karena jikan benar terjadi hal seperti itu maka benar – benar sebuah kenyataan yang memilukan karena terhadap orang – orang yang sedang tertimpa bencana pun tega melakukan tindakan curang. Jadi kalau terbukti maka harus diproses hukum dan tindakannya itu harus di kutuk keras, karena perbuatan curang itu sendiri merupakan hal yang jahat apalagi jika dilakukan terhadap masyarakat yang sedang terkena bencana maka hal itu merupakan sebuah kejahatan”. Tegas Melianus Letmau Rabu (16/12/2020). (Gitur)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait